Mengenal Pabrik Semen Pertama di Asia Tenggara

Mengenal Pabrik Semen Pertama di Asia Tenggara

Mengenal Pabrik Semen Pertama di Asia Tenggara

LAMBUSI.COM, SEJARAH — Mengenal Pabrik Semen Pertama di Asia Tenggara

banner 300600

Kontribusi semen Indarung bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia maupun masyarakat Sumatra Barat merentang sejak era kolonial hingga Orde Baru.

Indonesia kembali menjadi sorotan dunia. Salah satu warisan budaya di tanah Minangkabau, Sumatra Barat, kini diakui sebaga warisan dokumentasi sejarah dunia oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Kepedulian dari BUMN Semen Padang atas pengarsipan rekam jejak situs Pabrik Indarung I dari 1910–1972 mendapatkan apresiasi dari Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MOWCAP) oleh UNESCO.

Sertifikat MOWCAP itu diserahkan oleh Chair MOWCAP Kwibae Kim, setelah Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati yang hadir mewakili manajemen perusahaan menyampaikan presentasi nominator di hadapan sidang umum Regional MOWCAPdi Ulaanbaatar, Mongolia, Rabu (8/5/2024).

Dalam keterangan persnya, Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra mengungkapkan, ditetapkannya arsip Pabrik Indarung I sebagai MOWCAP oleh UNESCO, merupakan buah dari kerja keras yang telah dilakukan selama ini.

Mulai dari pengumpulan dan penyusunan dokumen atau arsip, hingga ke pendaftaran MOWCAP.

Semua itu membutuhkan proses yang sangat panjang. Sejak ditetapkan bangunannya sebagai Cagar Budaya Nasional, lalu pada 23 Mei 2023 resmi oleh Arsip Nasional Republik Indonesia ANRI) sebagai Warisan Kolektif Bangsa (MKB).

Eksplorasi konten lain dari Lambusi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca