SAH! Ini 9 Nama Pilihan Presiden untuk Pansel KPK 2024-2029

SAH! Ini 9 Nama Pilihan Presiden untuk Pansel KPK 2024-2029

SAH! Ini 9 Nama Pilihan Presiden untuk Pansel KPK 2024-2029

LAMBUSI.COM, JAKARTA — SAH! Ini 9 Nama Pilihan Presiden untuk Pansel KPK 2024-2029

banner 300600

Presiden Joko Widodo meneken Keputusan Presiden (Keppres) terkait panitia seleksi calon komisioner dan dewan pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029, pada 28 Mei 2024.

Ada sembilan nama yang masuk ke dalam pansel, yang terdiri lima orang dari pemerintah pusat dan empatnya pihak masyarakat sipil.

Siapa saja mereka?

  1. Muhammad Yusuf Ateh sebagai Ketua
SAH! Ini 9 Nama Pilihan Presiden untuk Pansel KPK 2024-2029

Ateh merupakan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sejak Februari 2022.

  1. Arif Satria sebagai Wakil Ketua
SAH! Ini 9 Nama Pilihan Presiden untuk Pansel KPK 2024-2029

Arif merupakan Rektor di Institut Pertanian Bogor (IPB) periode 2023-2028 dan Ketua Umum Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2021-2026.

la pernah menjadi tim panelis debat dalam Pilpres 2014, 2019, dan 2024.

  1. Ivan Yustiavandana sebagai Anggota
SAH! Ini 9 Nama Pilihan Presiden untuk Pansel KPK 2024-2029

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ini menjadi anggota pansel. la sebelumnya dilantik oleh Jokowi sebagai Kepala PPATK, mengganti- kan Dian Ediana Rae pada Februari 2020.

Ivan aktif dalam Financial Intelligence Consultative Group (FICG), Anti-Money Laundering / Conuter-Terrorist Financing Work Stream di kawasan ASEAN, Australia, dan Selandia Baru.

  1. Nawal Nely sebagai Anggota
SAH! Ini 9 Nama Pilihan Presiden untuk Pansel KPK 2024-2029

Nely memulai karirnya di sektor keuangan sejak 1996. Sebelum menjabat sebagai Komisaris Perusahaan Listrik Negara (PLN), ia mengisi posisi Komisaris Bank Mandiri dan Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko di Kementerian BUMN. Kedua jabatan itu ia emban sejak Februari 2020 hingga Maret 2024.

  1. Ahmad Erani Yustika sebagai Anggota
SAH! Ini 9 Nama Pilihan Presiden untuk Pansel KPK 2024-2029

Erani menduduki posisi sebagai Kepala Sekretariat Wakil Presiden sejak Februari 2022.

la sempat menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi pada 2018-2019, serta Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Setwapres.

Sebelum berkecimpung ke pemerintahan, Erani berkarir sebagai dosen ekonomi di Universitas Brawijaya.

  1. Y. Ambeg Paramarta sebagai Anggota
SAH! Ini 9 Nama Pilihan Presiden untuk Pansel KPK 2024-2029

Dikutip dari laman informasi Kemenkumham, Ambeg saat ini berkarir sebagai Kepala Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM.

Sebelumnya ia pernah menjadi Staf Ahli Bidang Politik dan Keamanan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM, serta Sekretaris Jenderal.

  1. Elwi Danil sebagai Anggota
SAH! Ini 9 Nama Pilihan Presiden untuk Pansel KPK 2024-2029

la merupakan Guru Besar di Universitas Andalas. Elwi pernah menjadi saksi ahli meringankan dalam persidangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

  1. Rezki Sri Wibowo sebagai Anggota
SAH! Ini 9 Nama Pilihan Presiden untuk Pansel KPK 2024-2029

Rezki merupakan anggota pansel dari unsur masyarakat sipil. Saat ini, ia menjabat sebagai Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TII).

TII sendiri adalah sebuah jaringan global NGO antikorupsi yang mempromosikan transparansi dan akuntabilitas.

  1. Taufik Rachman sebagai Anggota
SAH! Ini 9 Nama Pilihan Presiden untuk Pansel KPK 2024-2029

Selain menjadi Kepala Departemen di Fakultas Hukum Universitas Airlangga, anggota pansel KPK ini adalah anggota Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi dan anggota Unit Bantuan Hukum di universitasnya.

Tanggapan Indonesia Corruption Watch (ICW)

Sementara itu, Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana, menilai Jokowi lamban membentuk dan menetapkan susunan tim Pansel KPK, lantaran molor sekitar dua pekan.

Menurut Kurnia, hal itu dapat memengaruhi rentang waktu pencarian penjaringan proses seleksi komisioner dan Dewas KPK.

Kemudian, hal lain yang disoroti ICW adalah komposisi panel. “Dominasi pemerintah ini penting untuk dikritik, sebab kami melihat justru dengan komposisi dominasi pemerintah itu timbul prasangka di tengah masyarakat terkait adanya dugaan atau keinginan pemerintah untuk cawe-cawe atau intervensi dalam proses penjaringan komisioner dan Dewas KPK”. (*)

(*) Redaksi

Eksplorasi konten lain dari Lambusi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca