Kotak Amal Idul Fitri 1444 Hijriah/2023, Pemkab Takalar “Ambil Alih”

oleh -278 Dilihat

LAMBUSI.COM,Takalar,Sulawesi Selatan— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar telah mengeluarkan surat edaran melalui Bagian Kesra Sekretariat Daerah yang mengambilalih peran pengurus masjid untuk mengumpulkan hasil celengan kotak amal pada pelaksanaan Salat Idul Fitri 1444H yang akan digelar di beberapa lokasi, Kabupaten Takalar, Sabtu (21/4/2023).

Surat dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Takalar bernomor: 005/011/Kesra Perihal: Permohonan Petugas Kotak Amal, tertanggal 18 April 2023, yang ditandatangani Atasnama Sekretaris Daerah oleh Kabag Kesra, Dakhliah.

Surat Permohonan Petugas Kotak Amal tersebut ditujukan kepada 10 pengurus masjid yang berada disekitar Lapangan H. Makkatang Dg. Sibali, Kabupaten Takalar. Yakni, Pengurus Masjid Agung Takalar, Pengurus Masjid Nurul Jihad Sompu Raya, Pengurus Masjid Nurul Falah Pari’risi, Pengurus Masjid At-Tawwab BTN Bombong Indah, Pengurus Masjid Nurul Yaqin Kammi.

Kemudian, Pengurus Masjid Nurul Al Mubarak, Pengurus masjid A.Rifai Pappa, Pengurus Masjid Nurul Huda Tamasongo, Pengurus Masjid Jami Nurul Aman Sombala Bella, Pengurus Masjid As Sohra BTN Istana Permai.

Di dalam surat tersebut, kesepuluh pengurus masjid itu diminta untuk
menyiapkan petugas Kotak Amal pada area tempat pelaksanaan Salat Idul Fitri. Dan mengirimkan perwakilan Petugas Kotak Amal untuk menghadiri pertemuan yang akan dilaksanakan di Masjid At Taubah Kantor Bupati Takalar, pada Jumat (21/4/2023), pukul 09.30 Wita sampai selesai.

“Salah tokoh masyarakat kabupaten Takalar yang dapat temui media yang minta identitasnya untuk tidak di mediakan mengatakan bahwa,” Ada apa’ dengan Takalar saat ini, kenapa semua uang kecil di urusi oleh pemerintah daerah,

Dari uang Rakyat, Uang Staf, Uang ASN untuk jadi zakat, sampai uang umat sholat Idul Fitri saja di atur, ini kita kembali di jaman kerajaan saat baru masuk penjajahan Belanda yang memetik upeti dari uang rakyat jelata demi program bos bos, Imbuhnya

Setahu saya, Takalar ini bukan persoalan uang yang mau di atur , tapi ini persoalan Struktur pemerintahan yang amburadul, jangan lagi uang umat mau di jadikan program, biarkan uang umat di urus sama umat, sangat pantas kalau kita dapat sebutan dari orang luar Takalar bahwa ,”TAKALAR SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA’Tutupnya.(Sahabuddin Jaya)