Ternyata Ini Penyebab Ikan Mati di Laut Namlea.

oleh -392 Dilihat

LAMBUSI.COM,Namlea-Beberapa hari ini viral di media sosial atas matinya sejumlah ikan di teluk pelabuhan Namlea Kabupaten Buru Maluku.

Matinya sejumlah ikan di teluk pelabuhan Namlea Kabupaten Buru Maluku menjadi pertanyaan besar dikalangan publik.

Ternyata kematian sejumlah ikan ini disebabkan adanya jatuhnya satu unit kontainer dengan nomor pengiriman 8930326000018 yang berisi bahan kapur, selain itu terdapat dugaan kuat ada beberapa isi muatan bahan lainya seperti barang kimia berbahaya B3 atau CN/Sianida.

Ahli kimia dan lingkungan Fakultas MIPA Unpatti Ambon, Yusthinus Thobias Male saat di wawancarai kamis (30/3/2023) di pelabuhan Namlea menyatakan dirinya menduga kuat ada Bahan Berbahaya Beracun (B3) jenis sianida yang menyebabkan ikan di sekitar Pelabuhan Namlea mati dalam keadaan tak wajar.

Bahan beracun atau B3 di duga berasal dari dalam isi kontainer yang diangkut KM Dorolonda milik PT PELNI yang jatuh ke laut pelabuhan Namlea pada Selasa lalu (28/3/2023).

Ahli kimia dan lingkungan Fakultas MIPA Unpatti Ambon menduga, kematian sejumlah ikan ini terindikasi dari bahan berbahaya beracun (B3).

Lebih jelas untuk membuktikannya pakar kimia ini menyatakan perlu adanya hasil Analis Lab.

Untuk itu kepada warga, ia menghimbau sebagai langkah berikhtiar dan berjaga-jaga, agar sepekan ke depan jangan ada yang mengkonsumsi ikan dari kawasan perairan di sekitar.

Setelah musibah itu berlansung ada mekanisme toksisitas (keracunan) dari ikan selama 14 hari, artinya ikan tersebut akan mati atau bisa bertahan hidup.

Ia juga menemukan cairan merah di dekat kontainer, “Cairan merah yang keluar dari dalam kontainer itu reaksi sianida dengan besi. Jika konsentrasi sianida meningkat, maka warnanya akan berubah menjadi biru,” ungkapnya.

Sementara isi kapur yang di dalam kontainer hanya memberi reaksi panas, namun cepat dinetralisir karena jatuhnya di lautan tidak bisa membuat ikan-ikan mati melainkan zat beracun tersebut yang membuat ikan mati.

Dikesempatan yang sama Kepala Dinas Perikanan Buru, Ufairah Bin Thahir menyebutkan, saat ini pihaknya belum berkomentar dan menjelaskan secara detail, lantaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian. Dikarenakan masalah tersebut sudah ditangani langsung pihak kepolisian.

Sebagai Pemerintah Kabupaten Buru melalui Dinas Perikanan, dirinya telah mengeluarkan surat himbauan bagi warga sekitar untuk tidak mengkonsumsi ikan yang ditemukan mati di tepi pantai maupun yang masih mengapung di laut.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buru, Ufairah Bin Thahir menyebutkan Fenomena ikan mati secara massal dalam ilmu perikanan, merupakan sesuatu hal yang sering dijumpai di perairan darat maupun perairan laut. Dimana ikan mati secara massal bisa disebabkan beberapa faktor.

Misalnya perairan yang kekurangan oksigen, kemudian matinya ikan pengaruh zat-zat beracun, atau karena penyakit, juga positif ikan bisa karena ada pengayaan nutrisi yang dikenal dengan eutrofikasi, hingga terjadinya perubahan suhu.

“Dari beberapa faktor yang di sebutkan tadi, sampai saat ini kita belum bisa berkesimpulan. Karena masih menunggu hasil resmi dari pihak kepolisian dan pihak lainnya, dalam hasil-hasil lab yang akan diberikan, “Tuturnya.”(SM)

No More Posts Available.

No more pages to load.