Misteri TPP ; Kejaksaan di Minta Ungkap kasus TPP.

oleh -236 Dilihat

LAMBUSI.COM,Namlea – Mahasiswa yang tergabung dari Forum Batu Peka (FBP) Kabupaten Buru melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Buru (Kejari) pada Kamis kemarin 16/2.

Mahasiswa meminta kepada Kejari Buru untuk segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Penjabat Bupati Buru, Djalaludin Salampessy bersama Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, M. Ilias Hamid.

Atas dugaan penyalahgunaan anggaran Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru tahun 2022 senilai Rp 1,6 miliar.

Diketahui bawah anggaran sebesar Rp 1,6 miliar itu telah dialihkan dan di gunakan untuk kepentingan kontingen asal Kabupaten Buru dalam mengikuti kegiatan Popmal IV di kota Ambon tahun 2022 lalu. Kemudian anggaran tersebut di olah secara lansung oleh KONI Kabupaten Buru.

Salah satu orator, Nasrun Buton mengatakan ada beberapa oknum diduga kuat terlibat dalam dugaan penyalahgunaan anggaran TPP ASN.

Untuk itu ia harapkan agar kejaksaan dapat dengan serius melihat persoalan ini. Yang dikuatirkan jangan sampai TPP tak berujung pada penindakan hukum.

Kejaksaan harusnya dapat melakukan penangkapan atau penetapan tersangka terhadap oknum-oknum yang bertanggung jawab mengenai peralihan anggaran tersebut,” kata dia.

Maka dari itu, pihaknya meminta Kejari Buru untuk memeriksa Penjabat Bupati Buru, Sekda Kabupaten Buru dan Kepala BPKAD Buru. Hingga hasil pemeriksaan dapat diumumkan kepada publik.”tutup nasrun.

Menanggapi aksi mahasiswa. Pelaksana Staf Pada Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buru, Muhammad Fajri menegaskan pihaknya belum melakukan pemanggilan atau pemeriksaan terhadap Penjabat Bupati Buru dan Sekda Kabupaten Buru terkait kasus ini. Menurutnya belum ada laporan resmi kepada Kejari Buru terkait TPP ini,” pungkasnya. (SF)

No More Posts Available.

No more pages to load.