Bantuan Hand Tractor Tangan di Perjual Belikan di Takalar

oleh -549 Dilihat

LAMBUSI.COM,Takalar- Bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Hand Tractor atau Traktor Tangan Dinas Pertanian Takalar tahun 2022 lalu diduga diperjualbelikan.

Bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) jenis Hand Tractor (Traktor Tangan) Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Takalar disinyalir telah menjadi bisnis jual beli oleh para oknum yang tidak bertanggungjawab.

Tak hanya itu, praktik jual beli Traktor Tangan itupun diduga melibatkan oknum Kepala Dinas Pertanian Takalar, Haris Kulle.

Seorang warga Kecamatan Pattallassang yang minta dirahasiakan identitasnya, mengungkap keterlibatan oknum Kadis Pertanian Takalar, Haris Kulle dalam praktik jual beli Alsintan jenis traktor tangan tersebut.

Modus yang digunakan dalam praktik jual beli Alsintan tersebut yakni, oknum Kadis menyuruh sejumlah koleganya termasuk LSM untuk menawarkan jasa pengurusan bantuan kepada Kelompok Tani (Poktan) di Takalar yang ingin mendapatkan bantuan Alsintan.

Setelah mendapat dan harga yang ditawarkan disetujui oleh Poktan, lanjut dia, maka langkah selanjutnya mereka (Poktan) disuruh membuat proposal bantuan Alsintan dan diserahkan ke oknum suruhan tersebut untuk diberikan kepada Kadis Pertanian Takalar.

“Penyaluran Alsintan traktor tangan tidak ada yang gratis, ada harga yang dipatok. Biasanya oknum jual Alsintan ke Kelompok Tani senilai Rp15 juta per unit traktor tangan. Nah, dari Rp15 juta itu, si oknum ini setor ke Pak Kadis sebesar Rp10 juta,” ungkapnya, Kamis (16/2/2023).

Selain itu, proposal yang disodorkan Poktan di Dinas Pertanian, mustahil diakomodir jika tidak menyertakan mahar sebagai pemulus untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Rugi kasih masuk proposal kalau tidak ada uang. Uang yang diminta nilainya juga macam-macam, tergantung jenis Alsintan. Ini bukan rahasia umum lagi soal adanya mahar untuk mendapatkan Alsintan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kabupaten Takalar, Haris Kulle yang dikonfirmasi enggan berkomentar mengenai adanya praktik jual beli Alsintan tersebut. Pesan singkat yang dilayangkan via WhatsApp pun hanya di baca, namun tidak dibalas.(Red)