Langkah Syamsari Kitta di Injury Time

oleh -576 Dilihat

LAMBUSI.COM, Langkah Syamsari Kitta di Injury Time

Pun ambisinya masih ingin menduduki tahta Bupati Takalar, namun regulasi mengharuskan Syamsari Kitta harus tinggalkan kantor dan rumah Jabatan Bupati pada hari Kamis, 22 Desember 2022. Periodenya sudah selesai dan sudah Sunnatullah, sebuah rezim akan berganti.

Lima tahun sudah Syamsari Kitta menikmati lezatnya tahta kekuasaan, tentu beragam cerita akan kisah perjalanan selama menjadi Pemimpin di Butta Pangrangnuangku akan tersaji, apakah susunan buku akan menyajikan kisah yang heroik….?? ataukah mengabarkan domain seorang Syamsari yang pro rakyat….??
Ataukah mengisahkan kisah Pilu nan antagonis….??

Mungkin juga memberi cerita yang hambar bahkan konyol….
Semua tergantung dari ruang dan sudut seorang Penulis….

Saya tidak tertarik membahas janji manis nan memabukkan seorang Syamsari Kitta akan program P22nya…

Saya emoh mengurai raibnya mimpi para Imam Desa untuk menginjakkan kaki di tanah Haram….

Apalagi membahas secara detail soal sapi dan jumlah kepala keluarga yang sudah dan belum mendapat bukti janjinya…

Pada ruang ini, saya cuman menyentil ruang dasar seorang Syamsari Kitta yang sebelumnya dikenal sebagai seorang Ustad nan Agamawan…

Soal, etik dan adab sejati seorang Pemimpin…
Yaitu, menghadirkan kedamaian…menghadirkan kepastian…

Mungkin saya salah bahkan akan dianggap antitesa bahkan antipati akan Politisi Gelora ini….

Karena secara terbuka membuat sebuah lukisan…

Akan langkah Syamsari Kitta di injury time masih getol mengutak Atik tatanan birokrasi.

Yang ajal kepemimpinannya sisa menghitung menit masih mengobok obok struktur pemerintahan Takalar…

Dan, dengan mudah dan gampang atau serampangan mengatas namakan atas nama langkah Penyegaran dan masih memiliki kewenangan….

Selasa malam, 21 Desember, sebuah sejarah yang entah sejarah gemilang atau sejarah kelabu atau bahkan tidak cocok dijadikan literasi untuk publik…

Mutasi atau pergeseran jabatan di beberapa bidang dan dinas masih dilakukan….
Tentu, terlalu hiperbola suguhan tulisan saya apabila saya simpulkan,” Arsy Ilahi pun dibuat jantungan”…

Mungkin saya juga terlalu Baperan dengan harapan saya yang hendak ku ucapkan,” bisakah atau sudikah, Syamsari Kitta sedikit cerdas atau berlaku cerdas sedikit untuk menhadirkan rasa damai di Tanah Kalabbirang Ta…??

Berkenankah Syamsari Kitta agar di sisa ajalnya sebagai Bupati Takalar seluruh ASN dan Publik mengantarnya dengan damai, tanpa gemuruh dan membuat gaduh…??

Atau mungkin, Syamsari Kitta ingin memperjelas ke Publik Takalar bahwa sosoknya merupakan sosok Pemimpin yang labil…??

Dengan mudah mengobok ngobok sebuah tatanan dan Etik peradaban…??

Sebuah Mutasi atau rotasi jabatan itu memang normatif namun akan in normal ketika dilakukan di akhir nafas seorang Pemimpin…

Bahasa labil saya maksud karena sepanjang periode dirinya menjadi Bupati, ruang mutasi oleh publik dianggap terlalu mudah…

Sehingga normatif juga bahkan in normal ketika ini issue tidak muncul,” bahwa dugaan transaksi jual beli jabatan sudah menjadi bagian atau item untuk masuk dalam daftar promosi”

Bahasa kerennya” wani Piro“…

Rumor pembelian jabatan menjadi bagian yang sensasional dalam setiap moment mutasi di Takalar…

Tentu, saya tidak pernah yakin bahwa itu sebuah kebenaran karena sosok Syamsari Kitta itu adalah sosok yang bersih…

Bersih dari bukti janji…

Bersih dari bukti kinerja…

Dan…bersih dari dendam….

Dan tentu gerak Syamsari Kitta ( Jauh dari ) bikin Sengsara (*)

Rangkuman Tim Lambusi

(*) Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.