Kejati Sulsel: Tambang Pasir Laut Takalar, Kembalikan Kerugian Negara

Kejati Sulsel: Tambang Pasir Laut Takalar, Kembalikan Kerugian Negara

LAMBUSI.COM,Takalar-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) melalu kepala Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulsel, telah melakukan Siaran Pers dengan nomor : PR-130/115/K.3/Kph.3/12/2022

Penyidik Pidsus Kejati Sulsel menerima uang Titipan Rp.4,5 M , pengembalian keuangan Negara dari penanganan perkara perkara tindak pidana korupsi tambang pasir laut kabupaten Takalar.

banner 300600

Kejati Sulsel: Tambang Pasir Laut Takalar, Kembalikan Kerugian Negara
Surat Siaran pers Kejati Sulsel, tambang pasir laut

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan R. FEBRYTRIANTO, SH.,MH. menjelaskan bahwa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah
bekerja maksimal dan berupaya untuk menyelamatkan kerugian keuangan negara dan saat ini penyidik telah menerima uang titipan PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI TAMBANG PASIR LAUT KABUPATEN TAKALAR,

Lebih lanjut di sampaikan Kepala Kejati Sulsel mengutamakan bahwa,” berdasarkan perhitungan sementara Penyidik Kejati sulsel dengan nilai sebesar Rp. 4.579.000.000, (Empat Milyar Lima Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah)

Asisten Tindak Pidana Khusus Yudi Triadi, SH, MH melalui Kasi Penyidikan Hary Surachman, SH.,MH menerangkan bahwa Penitipan uang diterima dari PT. Alefu Karya Makmur

Terpisah Kasi Penkum Kejati SulSel SOETARMI, SH.,MH menjelaskan bahwa Penitipan uang ini merupakan itikad baik dari PT. Alefu Karya Makmur untuk mengembalikan dugaan kerugian keuangan negara/daerah atas dugaan penyimpangan harga jual pasir laut di kabupaten Takalar tahun 2020.

Ketua Tim Penyidik TOTO ROEDIANTO, SH., MH menjelaskan Uang titipan ini akan disetorkan ke Rekening Pemerintah Lainnya (RPL) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan di BRI Kanca Panakkukang. yang nantinya akan diperhitungkan sebagai Uang pengganti.

Eksplorasi konten lain dari Lambusi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca