Usaha Racikan Kosmetik di Perumahan Pemda Takalar, Kinerja Polres Takalar Dipertanyakan

oleh -254 Dilihat

LAMBUSI.COM, Takalar – Aktivitas usaha racikan kosmetik yang memanfaatkan rumah di kompleks Perumahan Pemda Takalar hingga kini masih tetap bebas beroperasi.

Hal ini pun membuat sejumlah kalangan aktivis mempertanyakan kinerja Kepolisian Resort (Polres) Takalar, yang terkesan “Tutup Mata” terhadap usaha racikan kosmetik yang diduga kuat tak memiliki izin lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten. Jum’at (25/11/2022).

Izin lingkungan yang diduga tidak dimiliki oleh usaha racikan kosmetik yang disinyalir miliknya Iwan Natsir tersebut, yaitu izin pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Keluhan warga harusnya cepat direspon. Aparat seakan tak berdaya karena hingga kini opersional industri tersebut masih tetap jalan. Aparat harus turun melakukan penyelidikan untuk menguak apakah produk yang dihasilkan itu memiliki legalitas berupa izin dari BPOM atau tidak,” tandas salah seorang aktivis di Kabupaten Takalar, Nixon Sadli Karma, kemarin.

“Hal lain yang juga perlu ditelisik adalah soal dugaan adanya limbah berbahaya dari aktivitas industri tersebut, karena industri ini masuk kategori resiko tinggi dan berada dalam kompleks perumahan,” beber Nixon menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Takalar, Syahriar yang sebelumnya dikonfirmasi sejumlah awak media, mengaku, bahwa pihaknya belum pernah mengeluarkan izin pengolahan limbah kepada usaha racikan kosmetik di perumahan Pemda Takalar tersebut.

“Sejauh ini, kami belum pernah mengeluarkan izin pengolahan limbah kepada industri tersebut,” akunya.

Hal senada diutarakan seorang pejabat di DLHP Takalar yang enggan disebut namanya. Menurut dia, pihak pengelola kosmetik yang produknya berinisial ASK itu tidak pernah mengurus persyaratan laiknya sebuah usaha.

Seharusnya, lanjut dia, perusahaan itu harus mengantongi tiga jenis dokumen izin yang dipersyaratkan. Yaitu, dokumen lingkungan, izin IPAL, dan dokumen izin pengolahan limbah B3. “Tiga dokumen ini sama sekali belum dimiliki oleh industri kosmetik tersebut,” ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Agus Purwanto yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap usaha kosmetik di perumahan Pemda Takalar tersebut.

Hanya saja, saat ditanya sudah sejauh mana perkembangan penyelidikan lapangannya, ia enggan menjawab. “Kami sementara melakukan penyelidikan dilapangan,” katanya singkat via pesan Whatsapp. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.